Sejak lahir, pada tanggal 11 September 2005 El Falah bercita-cita mewujudkan kehidupan yang islami atau qur'any dimulai dari lingkungan terkecil dan semakin bertumbuh memberi manfaat semakin luas.
Sebagai upaya nyata dari cita-cita tersebut, El Falah mengadakan kegiatan TPQ dan Madrasah Diniyyah El Falah. Tentu saja ini adalah sebuah inovasi untuk melanjutkan kegiatan dakwah para pendahulu di Pandanarum.
Awal diadakannya TPQ, santri yang mengaji berjumlah 7 orang yang pada perkembangannya menjadi tenaga pengajar dan pengurus pada saat ini. Sebut saja Kang Hendra Wijaya, Nur Chalimah, Novi Arifiani, Wasilah, Iswodi, Reji Atmoko dan Entah siapalagi pada waktu itu. Sekarang Iswodi adalah sekretaris 1 El Falah, Hendra menjadi Kasi bidang Ekonomi, sedangkan Nur Chalimah dan Wasilah sekarang menjadi pengajar senior di TPQ dan Madin El Falah Pandanarum. Novi dan Reji memang tidak terlibat langsung di kegiatan TPQ, tapi yakin mereka masih menyimpan El Falah di hati mereka. Mereka belum bisa terlibat langsung karena sekarang ini ada di perantauan. Pada generaasi berikutnya ada Dede Sulistian, Rosiana, Maksudi dan sebrayannya juga menjadi pemuda pemudi yang cukup matang pengetahuan agamanya. Rosiana dan Dede Sulistiani juga sekarang aktif mengajar di TPQ.
Pada waktu itu memang sasarannya adalah lingkungan Pandanarum saja, tetapi ada cita-cita untuk melebarkan manfaat keilmuan sampai minimal satu desa, yakni Desa Pegadingan. Cita-cita harus realistis, maka kami berproses. Sekarang sudah tahun 2017, artinya usia El Falah sudah 12 tahun. Jika di analogikan usia anak, maka anak berusia 12 tahun sudah bisa menjelajahi dunia yang lebih lebar. Dan memang kondisi sekarang sudah sangat memungkinkan untuk itu. Dukungan dari berbagai pihak sudah menguat. Kader-kader sudah terbentuk, tenaga sudah cukup banyak, sehingga saat ada permintaan untuk membantu mengajar di lingkungan lain di Pegadingan, sekarang mungkin sudah bisa diakomodir.
Di Pandanarum, sekarang guru ngaji yang aktif di TPQ, hasil perekrutan pengkaderan dan Bimtek sudah cukup banyak. Ada Mbak Zen, Nur Chalimah, Dede Sulistiani, Rosiana, Masruroh, Ari, Nur Jannah, dan Mufrodin. Bu Gito dan Kang Darimin juga ikut aktif mengajar. Santri panggok, yang mondok di Panggok El Falah sekarang juga sudah mulai diberdayakan menjadi tenaga pengajar, khususnya di cabang baru. Selain itu melalui keengurusan Masid Baetul Akrom, khususnya Ikatan Remaja Masjid (IRMA) dimungkinkan ada bimtek dan pengkaderan lagi yang mungkin bisa melahirkan para pejuang-pejuang pendidikan islam di Pegadingan,
Sekarang El Falah memiliki 2 cabang baru, yaitu El Falah 2 di Karanganyar dan El Falah 3 di Sidadadi.
Hal ini membutuhkan sebuah sistem yang memungkinkan untuk melayani pendidikan anak-anak santri, agar kualitas hasil didikan tetap terjaga, walau kuantitas santri semakin banyak. Untuk itu sekarang administrasi pendukung perlu segera dibuat dan sekarang sedang dalam proses olah fikir dan sebagian sudah dalam proses pengetikan.
Mohon doa dan dukungan dari semuanya.
Komentar
Posting Komentar